Tampilkan postingan dengan label Tip Puasa Daud. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tip Puasa Daud. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Januari 2011

Kolom Tanya Jawab Puasa Daud

Ina Putri Bantsel : assalamualaikum....pak sy mo tanya apakah orang yg melaksanakan puasa daud pasti akan diberikan kelebihan2 ? wassalam

Danan Jaya : Assalamu'alaikum wr,wb...salam kenal semua..

mohon bantuannya,,saya masih awam dalam hal puasa daud,,bila giliran puasa daud jatuh pada hari jumat gmana,,,apakah hari kamis nya harus puasa atau sabtu harus puasa juga,,,saya pernah baca,,bahwa bila berpuasa pada hari jumat harus puasa sehari sebelum atau sesudahnnya

Sigit Brilian : Assalamu'laikum. Sy mau ikutan gabung. Dan hri ini memulai puasa Daud. Meskipun sudah dekat Ramadhan. Menurut tmn2 bgmn? Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk melakukan ketaatan. Amin

Firmansyah Slamet : ass,wr,wb...alkhamdulilah saya udah jalani puasa nabi daud walupun br berjalan 1 bln ini,,,,,,,,mau nanya buat yg sdh jalani puasa nabi daud lebih dr itu,,pengalaman pribadi/secara spiritual apa sih..???..Suwun.

Satrya Dan Nadia : Assalamulaikum, Mau bertanya..sudah 3 bulan saya shaum Daud. Tapi beberapa hari kedepan saya akan keluar kota. Jaraknya 120 km pakai motor. Apa boleh shaum Daud saya bolong? apa mengurangi pahala dan nilai? mohon bantuannya

Hendri dari Riau via SMS : Gimana ya kalau  mau bergabung di komunitas Puasa Daud?

Catatan : Semua pertanyaan yang berhubungan dengan Puasa Daud dapat di ajukan via SMS atau di facebook pada mesin pencari ketik "Group Puasa Daud" atau "Komunitas Puasa Daud", lalu join. Bila sudah bergabung silahkan ajukan pertanyaan. Untuk pertanyaan bersifat pribadi dapat menggunakan nomor yang tertera untuk konsultasi. Dan mohon ma'af karena setiap pertanyaan yang masuk tidak langsung terjawab dikarenakan waktu dan kondisi pada saat menerima pertanyaan.


Untuk konsultasi online seputar Puasa Nabi Daud, silahkan berkunjung kesini.


Terima kasih.

Selengkapnya...

Jumat, 21 Januari 2011

Pengalaman Puasa Daud

Saya tulis postingan ini di Perumahan Taman Sari Bukit Bandung

Sehubungan dengan adanya pertanyaan seputar manfaat puasa nabi Daud A.S, baik yang bertanya langsung bertatap muka dengan saya ataupun melalui search engine, maka sedikitnya saya akan berbagi dengan rekan-rekan semua. Yang saya tulis ini tidaklah mempunyai kepentingan apapun kecuali untuk menghidupkan sunnah dalam Islam khususnya seputar puasa nabi Daud A.S.

Asal Usul puasa ini sudah saya tulis dalam postingan sebelumnya dan mungkin saat inilah atas izin Allah SWT, saya terangkan manfaat yang terkandung di dalamnya.
Yang saya terangkan ini adalah yang saya rasakan setelah saya menjalaninya baru sekitar jalan 7 tahun.

Pada tahun 1997 hingga tahun 2001 adalah masa-masa yang teramat sulit bagi saya. Disamping masa sulit dalam bidang ekonomi, juga dalam hal kesehatan. Saya benar-benar dalam posisi yang tidak bisa saya bayangkan. Kehancuran usaha apalagi saat itu adalah masa dimana Negara Indonesia sedang menghadapi krisis kepercayaan terhadap aparatur Negara yang berdampak pula pada bidang ekonomi.

Saya harus melunasi hutang-hutang yang menurut saya tidak sedikit jumlahnya dan saat itu saya tidak mampu membayarnya, tetapi semua itu harus saya hadapi dengan rasa tanggung jawab.

Belumlah masalah hutang selesai, orang-orang yang begitu dekat dengan saya meninggalkan saya. Betapa sakit hati pada masa itu. Saya seorang pecundang yang kehilangan harta dan orang-orang yang saya kasihi. Ditambah 4 buah penyakit yang saya derita yang tidak bisa saya utarakan.

Yah, penyakit yang saya derita sudah menghabiskan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan Pondok Indahmenjadi langganan saya baik untuk check up maupun berobat.

Setelah saya rasa Rumah Sakit tidak bisa menyelesaikan penyakit yang saya derita, saya mulai menggunakan terapi pengobatan alternative. Apapun yang orang katakanan tentang pengobatan yang dapat menyembuhkan saya, saya kejar. Tapi, nihil.
Merasa tidak sanggup menghadapi semua ini sendirian, saya pulang ke kampung halaman yaitu Cirebon.

Di Cirebon pun saya tidak dapat berbuat banyak. Dengan penyakit yang saya derita, saya jalani usaha apapun dengan modal dari orang tua. Semua usaha hancur. Dan yang paling menyakitkan adalah saya harus berpisah lagi dengan orang yang saya kasihi yang saya kira bisa menjadi tempat berkeluh kesah.

Saat itulah mungkin puncak kesabaran saya. Al-Qur’an yang selama ini menjadi panduan hidup saya akan saya lempar.

Namun, saya urung melakukannya. Saya teringat sebuah amalan yang belum saya coba. Saat itu saya sudah terbiasa menjalankan puasa senin-kamis, sholat tahajud dan sholat duha. Tetapi saya belum bisa membaca Al-Qur’an. Hanya terjemahannya saja yang saya ketahui. Dan saya hanya hafal 3 surat Al-Qur’an, yaitu: Al-Fatehah, Al-Ikhlas, dan An-Nash.

Amalan tersebut adalah puasa nabi Daud A.S. Saya berusaha mencari rujukan-rujukannya ke toko buku.

Dan dengan keterbatasan ilmu itupun saya: “Bismillah” mulai berpuasa Daud di bulan Mei 2002. Saya menjalaninya dengan penuh kesabaran. Ujian-ujian hidup tetap ada dan harus dihadapi.

Kurang lebih ½ tahun saya menjalani, babak hidup baru harus saya lakoni. Seorang teman meminta tolong tentang permasalahan yang di hadapi. Ia mempunyai 3 keinginan. Apabila semua keinginannya terkabul, maka ia akan benar-benar bertobat ke jalan Allah. Mohon maaf, kemaksiatan sudah menjadi bagian hidupnya. Minuman keras, perjudian, pelacuran dsb.

Mendapat amanat seperti itu, saya hanya bisa berdoa, memohon kepada Allah SWT untuk mengabulkan semua keinginannya.

Walhasil, semua keinginannya yang secara logika tidak mungkin terjadi, terjadilah. Salah satu diantaranya, selama 6 tahun ia berkeluarga, Allah tidak memberinya keturunan. Dan atas izin Allah-lah, Kun! Fay a kun! Ia dikarunia seorang anak lelaki yang sehat yang disuruhnya saya memberinya nama. Maka untuk mengingat jerih payah usaha yang kami lakukan, saya beri nama anak tersebut David …. Yaitu nabi Daud dengan ejaan bahasa inggris.

Betapa gembirannya ia. Di syukurinya semua itu dengan menepati janji-janjinya. Alhamdulillah, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Sejak peristiwa tersebut, saya menjalani kehidupan baru yang mau tidak mau harus saya jalani. Kedatangan beberapa orang teman ke rumah dengan maksud dan tujuan yang berbeda-beda. Saya katakan kepada mereka bahwa saya tidak memiliki kemampuan seperti yang mereka kira. Namun, kepada Allah saya berserah diri. Dan hikmah dibalik itu semua, saya semakin rajin mempelajari Al-Qur’an dan Al Hadits. Saya tetap berprinsip bahwa yang saya lakukan harus tetap berada pada koridor dua kitab tersebut.

Dan yang lebih mengherankan adalah, semua penyakit saya benar-benar sembuh. Masya Allah, bahkan seluruh keluargapun seperti tidak percaya bahkan kehidupan ekonomi sayapun berangsur-angsur membaik.

Ya Allah. Banyak kejadian aneh yang saya alami. Diantaranya adalah pada jam 11 malam saya ditelpon oleh seorang teman. Ia katakana bahwa kakak lelakinya yang menderita kelaina jiwa mengamuk memukul anggota keluarga yang lain hingga berdarah lalu ia lari dan para tetangga mengejarnya. Namun, tidak berhasil menangkapnya.
Sayapun datang, Alhamdulilah… dengan mudahnya si penderita kelainan jiwa tersebut masuk ke kamarnya tanpa meminta korban.

Sejak saat itu saya jarang berada di rumah karena ada saja orang yang menjemput saya. Hatipun mendambakan ketenangan. Lalu saya mendapati beberapa ayat dalam surat Ali-Imraan, ayat 39 s/d 41. Maka saya melakukan seperti yang di lakukan oleh nabi Zakaria tersebut.

Saya berharap dengan melakukan amalan ini hati saya menjadi tenang dan saya manfaatkan kesempatan ini untuk mengkhatamkan beberapa surat Al-Qur’an.
Setelah melakukan kegiatan mengurung diri dalam kamar selama 3 hari dan 3 malam, yang saya dapat malah sebaliknya. Beberapa orang datang ke rumah yang membuat saya harus kembali pada aktifitas ke luar kota.

Itulah aktivitas saya hingga saat ini. Alhamdulillah, saya menghimpun teman-teman untuk belajar berpuasa. Entah yang sebulan 3 kali, senin-kamis, bahkan bagi yang sudah mampu mulai berpuasa Daud sehingga tidak disadari terbentuk komunitas puasa Daud bagi yang berada di Cirebon, Bandung, Garut, Jakarta, Tangerang, Kalimantan, Korea.

Saya hanya berharap akan lebih banyak lagi orang yang mengenal puasa nabi Daud A.S sehubungan dengan manfaatnya yang begitu besar.

Kepada Allah SWT saya mohon ampun apabila yang saya utarakan ini sesuatu yang tidak benar.

Sumber : http://annahl125.blogspot.com

Asal Usul Puasa Daud Facebook

Dari Abdulloh bin ‘Amru bin ‘Ash r.a., katanya

Rosululloh SAW bersabda kepadanya:”Wahai Abdulloh! Benarkah kabar orang kepadaku, bahwa engkau puasa sepanjang siang dan bangun untuk sholat sepanjang malam?”

Jawabku,”Benar, ya, Rosululloh!”

Sabda Nabi SAW,”Janganlah engkau lakukan lagi. Puasalah sehari dan berbuka sehari. Bangunlah dan tidurlah! Sesungguhnya tubuhmu mempunyai hak atasmu, matamu mempunyai hak atasmu, istrimu mempunyai hak atasmu, dan tamumu mempunyai hak atasmu. Dan sesungguhnya cukuplah kiranya jika engkau puasa tiap-tiap bulan tiga hari. Maka untuk setiap kebaikanmu akan di balas sepuluh kali lipat. Sesungguhnya yang demikian itu sama dengan puasa sepanjang masa.

Karena aku minta diperbanyak, maka diperbanyak untukku.

Aku berkata,”Ya, Rosululloh! Sesungguhnya aku sanggup.

Jawab Nabi SAW,”Puuasalah seperti puasa Nabi Dawud ‘Alaihi Salam, dan jangan engkau lebih dari itu.”

Tanyaku,”Bagaimana puasa Nabi Dawud ‘Alaihi Salam?”

Sabda Beliau,”Seperdua masa.”

Setelah masa tuanya, Abdulloh berkata,”Wahai kiranya, saya terima kelonggaran dari Nabi SAW.”

--------
Sekitar tahun 2006, saya dan dua rekan dari UNPAD ( Universtias Padjajaran ), yaitu saudara Nanda Noerdiansyah beserta istrinya yaitu Dishawanti Setiawati berinisiatif untuk mensosialisasikan Puasa Daud melalui media internet. Maka, terbentuklah Group Puasa Daud Facebook yang lalu diganti menjadi Majelis Puasa Daud di : www.facebook.com/groups/majelispuasadaud

Ini telah diposting oleh Ummiega di

Keanggotaan Majelis Puasa Daud

Asal Usul Puasa Daud

Dan Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Yahya] telah mengabarkan kepada kami [Khalid bin Abdullah] dari [Khalid] dari [Abu Qilabah] ia berkata, telah mengabarkan kepadaku [Abul Malih] ia berkata; saya pernah menemui [Abdullah bin Amru] bersama bapakmu, maka ia pun menceritakan bahwasanya;

Telah dituturkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengenai puasaku. Maka beliau pun menemuiku, lalu aku memberikan beliau bantal dari kulit berisi sabut, namun beliau duduk di atas lantai hingga posisi bantal itu tepat berada antara aku dan beliau.

Kemudian beliau bertanya kepadaku: "Tidakkah cukup bagimu untuk berpuasa tiga hari (dalam setiap bulannya)?"

Saya menjawab, "Wahai Rasulullah, bagaimana kalau lima hari?" saya bertanya lagi, "Wahai Rasulullah, bagaimana kalau tujuh hari?" saya berkata lagi, "Wahai Rasulullah, bagaimana kalau sembilan hari?" saya berkata lagi, "Wahai Rasulullah, bagaimana kalau sebelas hari?" Saya berkata; "Wahai Rasulullah…"

Akhirnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada puasa yang lebih uatama dari puasa Dawud, yaitu puasa setengah masa (tahun), yakni, puasa sehari dan berbuka sehari."

Shahih Muslim, 1971.

Kamis, 20 Januari 2011

Rahasia Puasa Daud Tak Gentar Menghadapi Musuh

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, menjelaskan manfa'at puasa Daud : "Nabi Daud 'Alaihissalam berpuasa sehari dan berbuka sehari sehingga dia tidak akan kabur ketika berjumpa dengan musuh", sedangkan puasa secara umum, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلّ: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إلا الصِيَامَ. فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ. وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ. فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلا يَرْفُثْ وَلا يَصْخَبْ وَلا يَجْهَلْ. فَإِنْ شَاتَمَهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ، فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ – مَرَّتَيْنِ - وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ. لَخَلُوْفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ رِيْحِ المِسْك. وَلِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا: إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ بِفِطْرِهِ. وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ

“Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa, sesungguhnya ia untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya, puasa adalah perisai, maka apabila salah seorang dari kalian berpuasa maka janganlah ia berkata-kata keji, dan janganlah berteriak-teriak, dan janganlah berperilaku dengan perilakunya orang-orang jahil, apabila seseorang mencelanya atau menzaliminya maka hendaknya ia mengatakan: Sesungguhnya saya sedang berpuasa (dua kali), demi Yang diri Muhammad ada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah pada hari kiamat dari wangi kesturi, dan bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan yang ia berbahagia dengan keduanya, yakni ketika ia berbuka ia berbahagia dengan buka puasanya dan ketika berjumpa dengan Rabbnya ia berbahagia dengan puasanya.” (HR Bukhari, Muslim dan yang lainnya)

Kesimpulan : Karena puasa adalah perisai dari hawa nafsu maka kecenderungan untuk tidak gentar menghadapi musuh, lebih dominan. Harus disadari bahwa yang dimaksud musuh adalah seperti yang Allah SWT jelaskan dalam Al Qur'an banyak terdapat dalam beberapa surat. Diantaranya surat Yassiin, ayat 60 :

أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَنْ لا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

"Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu",

Setan yang berwujud manusia yang dapat dilihat dengan indera mata ataupun setan yang tidak dapat terlihat oleh mata yaitu jin.

Kehebatan Puasa Daud Menurut Rosululloh SAW

Secara spesifik Rosululloh SAW menerangkan manfa'at dari puasa Daud. Ini kita ketahui dari Shahih Bukhari, 1841 :

Telah menceritakan kepada kami ['Amru bin 'Ali] telah mengabarkan kepada kami [Abu 'Ashim] dari [Abu Juraij] aku mendengar ['Atho'] bahwa [Abu Al 'Abbas Asy-Sya'ir] mengabarkan kepadanya bahwa dia mendengar ['Abdullah bin 'Amru radliallahu 'anhuma] (berkata,);

Telah sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berita tentang aku bahwa aku akan terus berpuasa dan shalat malam. Aku tak ingat lagi, apakah kemudian beliau mengutus utusan atau aku menemui beliau, dan

Beliau berkata: "Apakah benar kabar bahwa kamu akan berpuasa tidak akan berbuka dan shalat malam (tanpa tidur)? Puasa dan berbukalah, shalat dan juga tidurlah. Karena bagi matamu ada bagian hak atasmu dan bagi dirimu dan keluargamu ada bagian hak atasmu".

'Abdullah bin 'Amru radliallahu 'anhuma berkata: "Sungguh aku lebih kuat dari (amal amal) itu".

Beliau berkata: "Kalau begitu puasalah dengan puasanya Nabi Daud Alaihissalam".

Dia bertanya: "Bagaimana caranya".


Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menawab: "Nabi Daud 'Alaihissalam berpuasa sehari dan berbuka sehari sehingga dia tidak akan kabur ketika berjumpa dengan musuh".

Dia berkata: "Lalu Siapa teladan bagi diriku dalam masalah puasa sepanjang jaman ini wahai Nabi shallallahu 'alaihi wasallam Allah?

'Atho' berkata: "Aku tidak tahu bagaimana dia menyebutkan puasa abadi (sepanjang hidup), karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak dianggap puasa bagi siapa yang puasa abadi". Beliau mengucapkannya dua kali.

Cara Puasa Daud Sesuai Petunjuk Rosululloh SAW

Ada beberapa hadits sohih yang menjelaskan tentang cara puasa Daud. Diantaranya adalah Shahih Bukhari, 1841 :

Telah menceritakan kepada kami ['Amru bin 'Ali] telah mengabarkan kepada kami [Abu 'Ashim] dari [Abu Juraij] aku mendengar ['Atho'] bahwa [Abu Al 'Abbas Asy-Sya'ir] mengabarkan kepadanya bahwa dia mendengar ['Abdullah bin 'Amru radliallahu 'anhuma] (berkata,); Telah sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berita tentang aku bahwa aku akan terus berpuasa dan shalat malam. Aku tak ingat lagi, apakah kemudian beliau mengutus utusan atau aku menemui beliau, dan Beliau berkata: "Apakah benar kabar bahwa kamu akan berpuasa tidak akan berbuka dan shalat malam (tanpa tidur)? Puasa dan berbukalah, shalat dan juga tidurlah. Karena bagi matamu ada bagian hak atasmu dan bagi dirimu dan keluargamu ada bagian hak atasmu". 'Abdullah bin 'Amru radliallahu 'anhuma berkata: "Sungguh aku lebih kuat dari (amal amal) itu". Beliau berkata: "Kalau begitu puasalah dengan puasanya Nabi Daud Alaihissalam". Dia bertanya: "Bagaimana caranya". Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menawab: "Nabi Daud 'Alaihissalam berpuasa sehari dan berbuka sehari sehingga dia tidak akan kabur ketika berjumpa dengan musuh". Dia berkata: "Lalu Siapa teladan bagi diriku dalam masalah puasa sepanjang jaman ini wahai Nabi shallallahu 'alaihi wasallam Allah? 'Atho' berkata: "Aku tidak tahu bagaimana dia menyebutkan puasa abadi (sepanjang hidup), karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak dianggap puasa bagi siapa yang puasa abadi". Beliau mengucapkannya dua kali.

Penjelasan dari Shahih Bukhari, 1841 tersebut sangat mudah dipahami. Contohnya, apabila hari ini berpuasa, maka besok hari tidak berpuasa, lalu besok harinya berpuasa, lalu besok harinya tidak berpuasa dan seterusnya.  Kecuali pada hari-hari yang diharamkan yaitu dua hari raya, Idul Fitri dan Idul Adha, serta hari-hari Tasriq, tidak boleh berpuasa Daud.

Rabu, 19 Januari 2011

Rahasia Puasa Daud Yang Menakjubkan

Alasan utama ketika mulai menjalankan puasa Daud tahun 2003 adalah sejujurnya karena masalah ekonomi. Apapun usaha yang dilakukan selalu saja gagal. Disamping itu pada tubuh saya menderita berbagai penyakit yang komplikasi.

Untungnya, saya berusaha mencari solusi dengan cara-cara yang islami, walau saya tinggal dalam lingkungan yang mendukung untuk mencari solusi hidup dengan cara pintas yaitu melalui jalur-jalur yang diindikasikan sebagai musrik walaupun mengatasnamakan Islam.

Saya bukanlah berasal dari keluarga yang religius sehingga ketika dewasa saja saya hanya hafal 3 surat dalam Al Qur'an, yaitu surat Al Fatehah, Al Ikhlas, dan An Naas.

Di tahun-tahun pertama menjalankan puasa Daud, saya mulai merasakan barokah puasa Daud tersebut.

1. Saat itu posisi saya dalam keadaan menganggur, Allah menganugerahi saya seorang istri yang luar biasa. Alhamdulillah... Seorang wanita yang tangguh dalam usaha, selalu mandiri dalam mengadapi kenyataan kehidupan yang teramat susah. Ia anak pertama dilahirkan dari sebuah keluarga petani dengan tujuh adik yang harus di asuhnya. Sehingga ketika lulus SGO (saat itu, lulus 1991, sedang saya lulus SMA 1989) ia langsung bekerja untuk membantu orang tuanya membiayai kehidupan sehari-hari dan biaya sekolah adik-adiknya. Dan atas izin Allah jugalah akhirnya ia mampu mengentaskan pendidikan adik-adiknya hingga ada yang tamat kuliah.

2. Saya mendapatkan harta yang cukup untuk kehidupan. Harta itu awalnya dari istri saya tersebut.
Karena ketika saya menikahinya, posisi istri sudah mapan secara ekonomi. Jadi, setelah menikah dengannya, rumah, kendaraan, dan usaha sudah ada.

3. Sembuhnya berbagai penyakit yang saya derita. Penyakit-penyakit ini, sebelum menjalankan puasa Daud sudah menghabiskan biaya yang lumayan untuk kesembuhannya, namun tidak sembuh-sembuh juga.

4. Saya mulai mencintai Al Qur'an dan Al Hadits. Dari yang awalnya hanya hafal 3 surat dalam Al Qur'an, saat ini Alhamdulillah sudah bertambah hafalan surat-surat dalam Al Qur'an.

5. Kemudahan mendidik istri. Istri saya walau sudah ada basic didikan agama Islam dari orang tuanya, namun tidaklah fokus menjalankan syareat-syareat yang dianjurkan oleh Al Qur'an ataupun Al Hadits. Secara sabar saya selalu memberi wejangan kepadanya tentang perlunya wanita menggunakan jilbab, dan Alhamdulillah, akhirnya iapun berjilbab dalam kesehariannya. Lalu saya juga menganjurkan ia untuk belajar berpuasa sunnah, Alhamdulillah, iapun mulai berpuasa Daud sejak 2006 hingga saat ini, sempat rehat beberapa bulan karena kondisi yang tidak diperbolehkan untuk berpuasa. Secara sabar juga saya menyarankan untuk mulai menghafal Al Qur'an dan memahami arti dan maknanya serta banyak membaca buku-buku tentang Al Qur'an dan Al Hadits baik melalui dunia nyata maupun dunia internet, Alhamdulillah... ya Allah nikmat yang sangat besar ini tidaklah sebanding dengan amalan-amalan yang saya lakukan...

6. Banjir rezeki. Di tahun kelima atau keenam Allah menguji kami dengan melimpahnya tawaran berupa uang, rumah, kendaraan. Itu semua adalah pemberiaan seseorang, namun kami, Alhamdulillah... dapat mengatasinya dengan keyakinan bahwa harta memang kami butuh namun ada yang sedang benar-benar kami cari dalam hidup ini yang tidak dapat dibeli dengan materi, yaitu ketenangan jiwa.

Masih ada beberapa rahasia atau manfaat dari menjalankan puasa Daud ini, namun semoga 6 point tersebut di atas dapat memotivasi kita khususnya mengingatkan kita bahwa "Musuh utama diri kita adalah syaitan yang ada pada diri kita sendiri. Musuh kita itu adanya bukanlah diluar, tetapi di dalam diri kita sendiri namun kebanyakan manusia tidak menyadarinya.

Marilah kita menjalani kehidupan ini dengan sabar dan bila diuji Allah dengan kebaikan ataupun keburukan kita kembalikan lagi kepada Allah SWT.

Al-Hadiid, 5 :

"Kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi. Dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan."

Kamis, 06 Januari 2011

Niat Puasa Nabi Daud

Sehubungan ada banyak pertanyaan yang menanyakan tentang redaksi niat dari puasa Daud, maka saya hanya dapat berbagi bahwa Alhamdulillah sejak tahun 2003 hingga tahun 2011 ini saya menjalani puasa Daud tidak pernah melafadkan berbentuk redaksi tertentu.
Intinya adalah ketika dalam hati kita akan melaksanakan puasa Daud, maka itulah niat.

Namun, apabila ingin melafalkannya baik dengan bahasa arab ataupun dengan bahasa yang dimengerti itu adalah syah-syah saja.

Hanya saja untuk sama-sama diketahui bahwa redaksi niat puasa Daud dari Rosululloh SAW, tidak kita dapati dalam hadits-hadits mashur.